On da WaY to My New LiFe

Jika kehidupan itu ibarat sebuah bis yang sedang berjalan di jalan raya, saat ini saya sedang berada di dalam sebuah bis yang baru saja meninggalkan sebuah halte untuk menuju halte berikutnya. Bis ini baru saja meninggalkan sebuah halte tercinta yang sudah satu tahun empat bulan ini saya dengan setia berdiri dibawahnya, dengan judul ”kantor lama” untuk menuju pemberhentian bis berikutnya ke sebuah halte berjudul ”kantor baru”. Yes, i’m on da way to my next destination right now... :)
Photobucket - Video and Image Hosting

Saya tidak sendiri di bis ini, banyak penumpang lainnya juga. Awalnya, kami memang hanya saling pandang dan tersenyum simpul, tapi perjalanan yang tidak sebentar ini membuat saya dan penumpang lainnya tersebut mulai bertegur sapa dan bercengkerama, hingga akhirnya saya kini bisa menimati perjalanan ini, merasakan hangatnya teman-teman baru sesama penumpang bis ini sambil mengisi ilmu baru, menunggu saatnya bis ini berhenti pada sebuah halte. Belum tahu memang, apakah halte itu seindah dan senyaman halte sebelumnya atau tidak, saat ini saya hanya sedang menikmati perjalanan menuju halte tersebut sambil mengumpulkan perbekalan, bersiap-siap agar mampu berjuang dan bertahan dengan segala kemampuan saya di halte berikutnya.
Hhff.. jujur beberapa kali saya rasanya ingin sekali menghentikan laju bis ini, berlari turun dari bis menuju halte yang baru saya tinggalkan, atau setidaknya bertanya-tanya kepada pengemudi bis ini, apakah saya tidak salah jurusan tuan? Apakah di halte tujuan saya akan baik-baik saja? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya... tapi saya sadar itu hanya sebuah emosi.. emosi kesedihan, emosi ketidaksiapan, emosi seseorang yang cengeng yang ketakutan memasuki hidup baru... dan tentu saja, saya tidak akan bisa tahu tanpa saya menjalaninya terlebih dahulu.
Dan saat ini... dari dalam bis ini... saya hanya bisa menengok ke kaca belakang bis ini, mengintip kembali halte yang baru saya tinggalkan... menerka-nerka apa yang terjadi setelah halte itu saya tinggalkan, memendam rasa rindu bertemu orang-orang di dalamnya, atau terkadang menghapus air mata yang terkadang sesekali turun di pipi tembem ini karena pikiran saya tiba-tiba terbang bersama memori-memori... Ah, betapa saya rindu dirimu kawan-kawan...
Tapi sebelum kamu mendengar lagi suara tangis saya, atau melihat pipi ini basah karena air mata tak berguna... kembali saya luruskan pandangan saya ke depan... memandang dengan fokus halte yang sudah hampir kelihatan beberapa ratus meter lagi di depan, yang itu tandanya saya akan segera turun sebentar lagi.
Ah... Ndak sabar juga ternyata... sebentar lagi pengemudi bis ini pasti akan menginjak pedal rem, membuka pintu bis dan saya bakal turun di halte baru deeeyyhhh... ;))
*berdoa dan terus berdoa semoga halte berikutnya akan membuat saya lebih baik*

PS : Perjalanannya seru, kadang sambil kriyep2... kadang sambil cengo’-bengong-oramudeng.. tapi ya pasti tetep sambil senyum koq ^___^ (bahkan tertawa-tawa denk...) hehehe... :P
Semangaaaaaaattttt...!!!!

posted by .n.a.n.a. @ Sunday, December 03, 2006,

10 Comments:

At Monday, December 04, 2006, Blogger Spedaman said...

ayo Na semangka ditempat yang baru ya!!
masih naik bis? kirain naik kereta turun di Juanda:p

btw klo gw ke tempat baru kyknya bakal naik pesawat nih,, bukan naik sepeda:-s

 
At Monday, December 04, 2006, Blogger za said...

Na....na.... mudah2an perjalanan lo di bis ini meyenangkan dan jadi banyak ilmu yang lo dapet. setidaknya lo makin faseh boso jowo.... (lol)

Gambatte p^_^q

*ps.... miss u in my room....*

 
At Monday, December 04, 2006, Blogger WeSy 'CiCi' said...

good luck in your next stop :)

 
At Monday, December 04, 2006, Blogger nanda said...

hmm.. great! congrats ya!! walo pun gw jarang liat ID lo onlen lagi. Tapi ya gpp lah..waktu nya melangkah na..!!

 
At Monday, December 04, 2006, Anonymous duduw cumitus said...

smangat dan snyum slalu ya.. :)

 
At Tuesday, December 05, 2006, Anonymous raffaell said...

ah, kurasa hakikat sebuah halte ya tetap saja halte, sebuah tempat perhentian sementara, halte ya tetap saja halte, selalu sama bentuk dan fungsinya, tak ada yang lebih baik, mungkin harus cari perumpamaan yang lain.

he he, salam kenal yah

 
At Tuesday, December 05, 2006, Blogger unai said...

kenapa bukan memilih berhenti di terminal..halte? berarti akan ada perjalanan lain. hmm sebuah perjalanan yang indah pastinya

 
At Tuesday, December 05, 2006, Blogger bazzbeto said...

pindah kemana seh na?

 
At Wednesday, December 06, 2006, Blogger pepeng said...

maju perut pantat mundur..semangat nananannanannana

 
At Wednesday, December 06, 2006, Anonymous bebek said...

gawean baru itu berarti kan rejekinya nambah.... berarti mana nih makan-makannya? pelangi?? hiekakakaka... :P

 

Post a Comment

<< Home