StoRy From LoaN

Pekerjaan yang memberikan sebuah hikmah kehidupan, itulah yang terlintas di benak saya saat sedang menjalankan pekerjaan saya kemarin sore. Hmm, sebagai gambaran awal, saya bekerja sebagai admin kredit di sebuah Bank. Kurang lebih pekerjaan saya sejauh ini adalah melakukan proses pencairan kredit yang sebelumnya sudah disetujui oleh pihak analis kredit. Pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya bahwa saya sering sekali bertemu dengan berbagai macam pasangan suami istri yang akan melakukan proses akad kredit. Tapi hal ini tidak terjadi siang kemarin. Suharno, begitulah nama seorang pria muda yang hendak mealakukan proses akad kredit. Ia datang sendirian. Karena proses akad kredit untuk pasangan yang telah menikah harus dihadiri oleh pasangan suami istri, wajar apabila akhirnya saya bertanya dimana keberadaan istrinya. “Itu dia mbak.. istri saya baru dioperasi caesar semalem, jadi nggak bisa dateng”. Alasan yang memang masuk akal, tapi bagaimana mau melakukan akad kredit kalo hanya ada suaminya doank. Saya pun lalu menjelaskan prosedur baku dari perusahaan kalau perjanjian kredit harus ditanda tangani kedua belah pihak, baik istri dan suami. “ Tapi mbak, saya butuh sekali uang ini untuk biaya rumah sakit.” Glek...! Perasaan nggak tega mulai menggelayuti saya. Saya bisa memahami betul bahwa biaya untuk operasi caesar itu sekarang lumayan besar, dan lagi karena saya punya kewenangan untuk melihat rekening tabungan para debitur, jelas saya bisa tau bagaimana kondisi keuangan pak Suharno yang duduk di depan saya siang kemarin. Saya pun akhirnya menghadap pimpinan untuk menjelaskan kondisi pak Suharno dan akhirnya diambilah jalan tengah yakni surat2 perjanjian kredit itu bisa dibawa pulang utuk ditandatangani istrinya di rumah sakit, dengan catatan pak Suharno harus datang kembali membawa surat keterangan rawat inap dari rumah sakit. Senyum merekah jelas terlihat ketika pak Suharno izin untuk kembali ke rumah sakit membawa berkas2 dari Bank dan berjanji akan kembali sebelum sore. Jam 3 sorenya, pak Suharno mendatangi meja saya kembali. Beliau menunjukkan berkas2 perjanjian kredit yang sudah ditandatangani istrinya dan mulai bercerita dengan nada sedih bahwa surat keterangan rawat inap yang ia janjikan tidak bisa dibawa karena pihak rumah sakit tidak mau memberikannya. Hal ini dikarenakan, menurut rumah sakit surat rawat inap dan rekapan biaya persalinan sedang dikirim ke pihak asuransi kesehatan yang terkait karena biaya yang sudah over limit. Waduh.. saya jadi ikutan bingung, kalo begini caranya jelas pihak Bank pasti tidak bisa melakukan pencairan kredit karena tidak ada bukti kuat bahwa istrinya tidak bisa datang ke Bank, karena memang sedang dirawat. Mungkin kalo saya yang punya Bank saya sih oke2 aja :P asli nggak tegaan saya orangnya :(
Singkat cerita, setelah melakukan proses negosiasi dengan pimpinan, akhirnya Pak Suharno diperbolehkan memberikan surat keterangan alternatif, seperti surat kelahiran bayi dari rumah sakit terkait. Dan saat itu juga beliau langsung bergegas kembali ke RS. Bayangin aja Ciledug-Benhil harus ditempuhnya bolak balik dari siang sampe sore. Oya sebelumnya pak Suharno wanti2 agar saya nungguin dia sampe sore, karena beliau sangat membutuhkan uang hari itu juga. Dan akhirnya jam 5 sore pak Suharno datang kembali ke kantor saya dengan tampang yang saya juga bingung buat ngejelasinnya. Antara cemas + harap + lelah... Setelah saya menujukkan surat itu pada pimpinan, Alhamdulillah sore itu juga permohonan kredit pak Suharno disetujui... saya jadi ikutan tersenyum saat pak Suharno tersenyum sambil mengucap syukur saat saya memberitahukannya bahwa uangnya sudah bisa diambil di ATM dalam waktu setengah jam lagi. Walau proses persetujuan kredit ini bukanlah keputusan saya, tapi rasanya seneng aja bisa melihat pak Suharno “tertolong” Dari situ juga saya terharu, betapa beliau berjuang keras untuk mencari biaya persalinan istri dan anaknya. Pontang panting bolak balik dari RS ke Bank. Sungguh pertolongan Allah yang luar biasa. Maka, Karunia manakah dari Tuhanmu yang kamu (manusia) dan kamu (jin) dustakan? (Qs.55:13)
Well, selamat punya momongan ya pak Suharno.. :) untuk Hafizah (his first little angle) semoga menjadi anak yang sholehah.. ^____^
Masih ada lagi sebenarnya cerita2 lain yang sudah saya temui dalam jangka waktu 2 bulan saya bekerja disini... Dari yang mengharukan atau yang aneh2, yang jelas memberi makna tersendiri bagi saya.. :) yah namanya juga ketemu orang banyak. Mungkin laen kali aja saya cerita, secara postingan kali ini dah panjang bener.. dan saya juga udah ngantuk... :D
Last thing, weekend kemaren abis jalan2 ke Cibodas bareng orang sekantor.. Refreshing gitu deh, sekalian biar tambah kompak ^___^

Photobucket - Video and Image Hosting
.:: saya dan temen2 1 bagian ::.
Dear my new friends, i'm glad to be ur family :)
sampe ketemu di kantor besok yoooo... *halah* :P

posted by .n.a.n.a. @ Wednesday, January 24, 2007,

5 Comments:

At Thursday, January 25, 2007, Anonymous unai said...

Senangnya bisa membantu orang yang benar2 membutuhkan...bisa saya mengajukan kredit juga? kekeke

 
At Friday, January 26, 2007, Anonymous yoki said...

syukurnya si bapak kreditnya di kabulkan...alangkah beratnya kalau hanya urusan birokrasi bisa berujung lain...

hi...it's nice to read your story.. ada comment spam tuh di shout box nya.:p met kenal ya:D

 
At Sunday, January 28, 2007, Anonymous bebek said...

hiks... kasian yah... perjuangan tenan... tapi untung aja akhirnya semua baik2 saja.. :)

 
At Monday, January 29, 2007, Anonymous Anonymous said...

smoga allah slalu melimpahkan rahmat dan rizkinya untuk kita semua...amin good luck na...:)(*)

 
At Wednesday, March 28, 2007, Anonymous Azil said...

eh kalo tau Jeng Nana kerja di bank, minta kredit ke anti deh.. :)
Tadi pagi, gua akad sendirian dan gpp tuh.

Kalo nikah, kirim undangannya ya..

 

Post a Comment

<< Home